Pengaruh Sahabat terhadap prilaku

Pengaruh sahabat terhadap prilaku

Manusia sebagai makhluk sosial tentu membutuhkan hubungan persahabatan antara satu individu dengan individu lainnya. Persahabatan sudah mulai dari suatu keinginan untuk mengisi sisi kosong dari setiap pribadi baik itu secara psikologi maupun visiologi. Persahabatan terjalin biasanya dilingkungan pendidikan, lingkungan kerja bahkan tempat – tempat kegiatan sewaktu – waktu. Bahkan sahabat bisa terjalin melalui media sosial seperti melalui face book, Twitter dan lainnya.

Dalam hubungan persahabatan adakalanya akan terjadi interaksi saling tarik menarik  antara satu dengan yang lainnya baik dalam bentuk sugesti ( perasaan ), pola pikir yang selanjutnya akan menimbulkan perubahan pada prilaku.

Karena itu jika seorang sahabat yang berprilaku buruk dan memiliki kekuatan melebihi dari sahabatnya yang berprilaku baik, maka individu yang berprilaku baik secara bertahap akan tertarik dalam  pengaruh prilaku buruk sahabatnya. Demikian juga sebaliknya bahwa jika sahabat yang berprilaku baik lebih kuat dari yang berprilaku buruk, maka individu yang berprilaku buruk tersebut secara bertahap akan berubah menjadi baik.

Kita contohkan, jika ada seseorang bersahabat dengan invidu yang malas belajar atau malas bekerja dimana lebih banyak menghabiskan waktu sehari – harinya dengan kegiatan yang sia – sia, lalu sahabat – sahabatnya yang lain jika tidak mampu mengelak dari ajakannya melakukan hal – hal yang sia – sia tersebut, maka invidu – individu yang ada dilingkungannya itu secara lambat laun akan menjadi pemalas dan ikut – ikutan melakukan hal – hal yang sia – sia juga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya menegaskan , Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan harumnya minyak wangi darinya. Sedangkan bersahabat dengan pandai besi, bisa jadi ( percikan apinya ) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap. ( H.R Bukhari dan Muslim )

Dalam membina hubungan persahabatan tentu berharap mendapatkan kebaikan dan keindahan dalam menjalankan kehidupan sehari – hari hingga yaumil jannah ( Hari – hari di surga ). Untuk itu perlu kiranya mengenal bebarapa tipe sahabat yang berbeda – beda, diantaranya :

Pertama : Tipe Egois

Sahabat tipe egois adalah dimana tipe ini dalam pergaulan selalu ingin menang sendiri bahkan sewaktu – waktu suka memaksakan kehendaknya agar orang lain harus mengikuti apa yang menjadi kemauannya. Tipe individu yang egois, jika berhadapan dengan tipe individu yang sama, maka sangat mudah terjadi pertengkaran yang tidak mustahil berujung putusnya hubungan persahabatan. Namun jika tipe sahabat yang egois tersebut berhadapan dengan individu yang lemah, maka dengan mudah dipaksakan untuk mengikuti kehendaknya. Tipe sahabat egois selain suka memaksakan kehendak, juga sulit mengakui kekeliruannya.

Kedua : tipe sahabat yang pasif

Tipe sahabat yang pasif adalah dimana tipe ini tidak memiliki kreativitas, bisanya hanya mengiyakan dan cendrung mengekor. Disatu sisi tipe sahabat seperti ini adalah nyaman karena dengan sangat mudah diatur dan diajak. Namun disisi lain tipe ini adalah sangat berbahaya karena bisa jadi akan dipengaruhi oleh pihak – pihak lain yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya dan orang – orang lain yang bersahabat dengannya. Karena jika invidu yang tidak memiliki kreatifitas berfikir, maka sulit menyaring mana yang baik mana yang buruk. Sahabat seperti ini harus selalu diwaspadai, ya… tentu saja diarahkan ke hal – hal yang baik dan bermanfa’at.

Ketika, tipe sahabat penunggang

Tipe sahabat penunggang atau istilah lainnya adalah nebeng, bahwa dimana tipe ini bersahabat karena punya kepentingan tertentu, jika kepentingan telah terpenuhi maka besar kemungkinan akan meninggalkan hubungan persahabatannya. Demikian juga halnya jika merasa tidak dapat terpenuhi keinginannya maka tipe ini dengan mudahnya memutuskan persahabatan. Yang lebih mengerikan tipe ini terkadang suka memperalat sahabatnya untuk kepentingannya tanpa menghiraukan kerugian orang lain.

Keempat : tipe sahabat selo

Sahabat yang memiliki tipe selo adalah bersahabat hanya karena hubungan kepentingan yang sama dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas yang harus dikerjakan dan diselesaikan secara berasama – sama namun tidak lebih dari itu. Ketika tugas telah selesai maka hubungan persahabatanya biasa – biasa saja tidak ada yang istimewa, namun juga tidak memutuskan hubungan yang telah terbangun.

Ke-lima, tipe sahabat emosional

Tipe emosional ini dimana persahabatan karena ada rasa suka baik kesukaanya yang berorientasi mencintai atau mengagumi. Hubungan persahabatan seperti ini biasanya jika tidak ada suatu peristiwa yang menyakitkan ataupu merugikan, maka hubungan persahabatan semakin lama akan akan semakin kuat bahkan akan menjadi persaudaraan atau hubungan lebih dari persahabatan, misalnya kalau orientasi cinta, maka tidak mustahil akan sampai ke jenjang perkawinan.

Sebaliknya jika dalam persahabatan tersebut terjadi perselisihan yang menyakitkan atau merugikan melebihi batas toleransi, maka akan menimbukan permusuhan yang berat. Karena biasanya cinta akan berubah menjadi benci, sedangkan kagum akan berubah menjadi kecewa. Persahabatan yang bersifat emosional perlu berhati – hati dalam sikap dan prilaku.

Ke-enam, tipe sahabat religion

Persahabatan yang didasari pada suatu doktren keyakinan biasanya lebih kepada missi yang kuat, teguh serta cendrung meningkat dari waktu ke waktu.

Dalam Islam tipe sahabat seperti ini merupakan tipe sahabat yang istimewa karena hubungan persahabatan yang berorientasi kebaikan dunia dan akhirat. Nabi besar Muhammad Sallallahu’alaihi wasallam membangun hubungan persahabatan dengan sahabat – sahabatnya atas dasar aqidah ketauhidan dan kebaikan mengikuti titah dari Allah subhanahu watala. Persahabatn Nabi Sallallahu alaihi wasalam, membawa induvidu – individu yang bersahabat dengan Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasalam mengakibatkan mereka terpuji dihadapan manusia dan terjamin masuk surga kelak di yaumil akhirah.

Sahabat – sahabat nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam diantaranya Abu bakar Ashiddiq, Umar ben Khathab, Usman ben Afan dan Ali ben Abi Tholib dan banyak lagi sahabat – sahabat nabi yang lainnya. Persahabatan mereka dengan Nabi Muhammad Sallallahu’alaihi wasallam membawa mereka mentauhidkan kepada Allah subhanahu wata’la serta berprilaku sesuai dengan ajaran Al Quranul karim, sehingga mereka menjadi sahabat yang mulia dunia wal akhirah.

DALAM Islam, tidak ada satupun aspek dalam kehidupan ini termasuk aspek persahabatan yang tidak terkait dengan ketuhanan. Meliputi etika pertemanan (al-suhbah). Imam al-Ghazali menyebutnya — pertemanan yang baik — sebagai salah satu rukun agama. Dikatakannya, bahwa agama (ad-din) itu sesungguhnya safar (berpergian) menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan salah satu pilar ber-safar adalah berbaik hati ketika berteman (Al-Ghazali, al-Arba’in fi Ushul al-Din,84).

Sahabat Mu’adz bin Jabal pernah mendengar nasihat dari Nabi tentang keutamaan menyambung persahabatan karena Allah. Diceritakan Mu’adz, bahwa orang-orang muslim yang mengikat persahabatan dan silaturahmi karena Allah dan saling mencintai di antara mereka akan mendapatkan cinta Allah di akhirat kelak. (HR. Ahmad).  Ini menjunjukkan memang husnu al-suhbah itu ajaran yang cukup agung dalam Islam. Betapa tidak, ia menjadi rukun agama, tanda keimanan dan faktor kebahagiaan di akhirat.

Dari uraian yang sederhana di atas, maka secara nyata sahabat adalah sangat mempengaruhi prilaku antara satu terhadap yang lainnya. Karena itu memilih sahabat yang baik (husnu al-suhba ) merupakan hal yang sangat penting untuk kemaslahatan dalam beragama dan kehidupan.

Penulis : Abi Rayyan

Mau sharing silahkan klik disini

Rekanan Kantor Hukum

http://www.lawfirm.or.id

 

Share

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *