Keuangan Keluarga

Tips mengelola keuangan keluarga

Sudahkah Anda dan keluarga bahagia hari ini ?

Salah satu seni yang sangat penting dalam membina bahtera rumah tangga adalah bagaimana mengatur segala kebutuhan ekonomi keluarga. Mengatur keuangan dalam rumah tangga bukan suatu yang sepele. Banyak rumah tangga menjadi menderita, berselisih faham bahkan berantakan rumah tangganya, dimana salah satunya karena faktor keuangan. Sebagai bahan berbagi pandangan tulisan ini mencoba menjelaskan beberapa langkah sederhana, yaitu :

  1. Samakan persepsi dalam keluarga

Begitu penting untuk menyamakan persepsi antara satu dan lainnya dalam anggota keluarga tentang kondisi riil keluarganya. Dengan memiliki persepsi yang sama, maka setiap anggota keluarga terutama suami dan isteri dapat bersikap dan bertindak yang sesuai dengan kondisi riil keluarga mereka. Persepsi tidak hanya untuk bersikap dan bertindak namun lebih dari itu adalah dapat memberikan kenyamanan bagi setiap anggota keluarga dalam hidup bersama, karena setiap anggota keluarga menyadari siapa mereka dan bagaimana kondisi ekonomi keluarga yang sesungguhnya. Kesiapan menerima kenyataan sangat penting agar satu sama lain tidak saling menekan, meghardik dan merendahkan.

Memiliki ekonomi yang mapan atau di bawah standar tidak sepenuhnya menentukan sebuah keluarga menjadi harmonis atau tidak harmonis. Karena keharmonisan itu salah satu faktornya adalah bagaimana mengatur keuangan keluarga secara cerdas dan dapat diterima oleh setiap anggota keluarga.

  1. Buatkan rencana belanja yang layak

Segala kebutuhan tentu harus terpenuhi dengan baik dan edeal, tapi tentu bukan atas dasar keinginan semata, akan tetap disesuaikan dengan kondisi keuangan yang riil. Antara kebutuhan dengan keinginan harus benar – benar dipisahkan. Karena keinginan biasanya memiliki perbedaan yang signifikan antara satu dengan lainnya. Sedangkan jika berorientasi pada kebutuhan maka akan lebih mudah mengklasifikasikannya.

Klasisifikasi kebutuhan keluarga, diantaranya :

  1. Kebutuhan pokok, yang terdiri : makan sehari – hari, pakaian yang layak, tempat tinggal yang layak, pendidikan, kesehatan dan tabungan keluarga yang sewaktu – waktu dibutuhkan medesak.
  2. Kebutuhan tambahan, diantaranya asuransi, perabotan rumah, kendaraan, rekreasi, gadget dan lainnya

        Dalam membuat rencana belanja sebagaima dimaksud, dapat dilakukan secara teratur, yaitu :

  1. Buatlah daftar kebutuhan harian
  2. Buatlah kebutuhan mingguan
  3. Buatlah kebutuhan bulanan
  4. Dan buatlah kebutuhan tahunan

Tuliskan kebutuhan secara riil dan tempelkan di dinding kamar Anda agar semua anggota keluarga memahami dengan baik. Dengan demikian sehingga setiap anggota keluarga dapat membatasi dirinya dalam mempergunakan keuangan. Jika setiap anggota keluarga telah dapat menyadari akan kebutuhan dalam keluarganya maka akan menimbulkan rasa tanggung jawab untuk menjaga agar segala kebutuhan tersebut dapat terpenuhi.

  1. Konsisten

Dalam mengatur keuangan keluarga diperlukan konsistensi dari setiap anggota keluarga terutama Suami – Isteri dengan apa yang telah dirancang sehingga tidak memunculkan ketegangan psikology atau perasaan yang tidak nyaman antara satu dengan lainnya.

Apabila terjadi pelanggaran dalam melakukan pengeluaran yang tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan, maka biasanya akan menimbulkan gejolak dalam keluarga bila tidak dapat terpenuhi kebutuhan – kebutuhan pokok yang disebabkan inkonsistensi dari salah seorang anggota keluarga tersebut.

Awal dari tekanan mental bahkan menimbulkan ketidak percayaan dalam keluarga biasanya karena antara satu anggota kelaurga dengan anggota keluarga lainnya sudah saling menyalahkan.  Hal inilah yang sangat penting dihindari dan diawasi pada setiap waktu. Memang kesadaran seperti itu tidaklah mudah karena antara satu dengan lainnya memiliki karakter yang berbeda – beda sekalipun dalam satu keluarga.

  1. Komunikasi terbuka

Untuk menumbuhkan kesadaran akan betapa pentingnya pengaturan keuangan dalam keluarga sekalipun keluarga yang memiliki ekonomi mapan ( Ekonomi mapan bisa berubah sewaktu – waktu ), maka perlu berkomunikasi secara intens dan terbuka antara satu dengan yang lainnya, terutama antara suami dan isteri sebagai sparring partner. Terkadang ekspektasi isteri yang berlebihan membuat seorang suami tidak berani menginformasikan apa adanya tentang kondisi keuangan sekalipun sebenarnya kondisi ekonominya sedang mengalami masalah ( demikian hal sebaliknya ). Hal yang demikian akan sangat berbahaya dalam mengelola keuangan keluaraga. Bisa jadi seorang suami akan memaksakan diri dengan menghalakan berbagai cara untuk memenuhi ekspektasi seorang isteri. Maka apabila tidak dapat terkontrol, maka tidak tertutup kemungkinan perjalanan seperti itu menjadi bom waktu yang akan berakibat pada penderitaan.

Gaya hidup sebuah keluarga yang super mewah yang hanya tampak dipermukaan sementara kondisi yang sesungguhnya tidak mendukung, maka akan sangat membahayakan. Gaya hidup yang penuh kepalsuan biasanya hanya waktu sesa’at sedang dengan berjalannya waktu akan merubah segalanya.

Akan sangat indah segala kebutuhan tercukupi dengan gaya hidup yang sederhana. Bagi umat Islam Qur anul karim menuntunya yang sedemikian rupa untuk kebahagian yang dapat dipertanggung jawabkan, yaitu :

وَالَّذِيْنَ إِذَا أَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا

Artinya : “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (Q.S. Al Furqan: 67).

  1. Bersambung………….

Penulis : Abi Rayyan

Mau sharing silahkan klik disini

Rekanan Kantor Hukum

http://www.lawfirm.or.id

 

Share

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *