Hadits nabi tuntunan bagi umat

.

Al quran dan hadits – hadits nabi sallallahu alaihi wasallam merpakan sumber hukum serta pedoman hidup bagi setiap muslim. Dimana sebahagian ulama menambahkan Ijma’ dan Qias.

Hadits nabi sallallahu alaihi wasallam yang merupakan salah satu sumber hukum dan kebenaran dalam Ismlam, oleh karena itu setiap muslim sangat penting untuk mempelajari, memahami serta mengamalkan hadits – hadits nabi  sallallahu alaihi wasallam dalam kehidupannya sehari – hari.

Firman Allah SWT di surat An-Nisa’ ayat 80:

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ۖ وَمَنْ تَوَلَّىٰ فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا

“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.”

(QS.An-Nisa: 80)

Quran, surat Al-Asyr ayat 7:

وَمَااَتَاكُمْ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَانَهَا كُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْا

Apa yang diperintahkan Rasul, maka laksanakanlah, dan apa yang dilarang Rasul maka hentikanlah” (QS.Al-Hasyr:7)

Hadits (الحديث ) secara harfiah berart perkataan (sabda), percakapan atau perbuatan. Adapun secara terminologi, hadist didefinisikan sebagai catatan yang bersumber dari perkataan dan perbuatan nabi Muhammad SAW.

Mempelajari tentang hadits – hadits nabi Muhammad sallallahu alaihi wasalam, diantaranya meliputi :

  1.  Matan Hadits
  2.  Pangkat dan status hadits
  3.  Riwayah dan diroyah
  4. Rijalul hadits
  5.  Sejarah hadits dan perkembangan ilmu hadits

Fungsi hadits nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasalam secara umum untuk menegaskan, memperjelas dan menguatkan hukum-hukum dan berita yang terdapat dalam al Quran.  Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.”

(Hadits Shahih Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Dishahihkan oleh Syaikh Salim al-Hilali di dalam At Ta’zhim wal Minnah fil Intisharis Sunnah, hlm. 12-13).

Hadits yang kedudukannya sebagai penjelas tentang Al quranul karim, di dalam ilmu hadits dikenal :

  1. Bayan Al- Taqrir (memperjelas isi Al Quran)

Fungsi Hadist sebagai bayan al- taqrir berarti memperkuat isi dari Al-Quran. Sebagai contoh hadist yang diriwayatkan oleh H.R Bukhari dan Muslim terkait perintah berwudhu, yakni:

Rasulullah SAW bersabda, tidak diterima shalat seseorang yang berhadats sampai ia berwudhu” (HR.Bukhori dan Abu Hurairah)

Hadits diatas mentaqrir dari surat Al-Maidah ayat 6 yang berbunyi:

يَااَيُّهَاالَّذِ يْنَ اَمَنُوْااِذَاقُمْتُمْ اِلَى الصّلَوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَأَيْدِ يَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah muka dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki” (QS.Al-Maidah:6)

  1. Bayan At-Tafsir (menafsirkan isi Al Quran)

Hadist sebagai bayan at-tafsir yaitu dimana hadits tersebut memberikan tafsiran (perincian) terhadap isi al-quran yang memiliki pengertian umum (mujmal) serta memberikan batasannya pada ayat-ayat al quran yang mutlak (taqyid). Contohnya :

أَتَى بِسَا رِقِ فَقَطَعَ يَدَهُ مِنْ مِفْصَلِ الْكَفِّ

Rasulullah SAW didatangi seseorang yang membawa pencuri, maka beliau memotong tangan pencuri tersebut dari pergelangan tangan”

Hadist tersebut menjelaskan detail tentang surat Al-maidah ayat 38.

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوْااَيْدِ يَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالاً مِنَ اللهِ

Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah”

(QS.Al-Maidah:38)

  1. Bayan at-Tasyri’

Hadist yang berfungsi sebagai bayan At tasyri’  adalah merupakan penetapan suatu hukum dalam  islam yang tidak dijelaskan secara muthlaq dalam Al-Quran.

Contohnya :

اِنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَا ةَ الفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى النَّاسِ صَا عًا مِنْ تَمَرٍاَوْ صَا عًامِنْ شَعِيْرٍ عَلَى كُلِّ حُرٍّ اَوْعَبْدٍ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ

Rasulullah telah mewajibkan zakat fitrah kepada umat Islam pada bulan Ramadhan satu sha’ kurma atau gandum untuk setiap orang, beik merdeka atau hamba, laki-laki atau perempuan”

(HR. Muslim).

  1. Bayan Nasakh

Memberikan ketentuan terbaru yang dapat menghilangkang ketentuan yang sedah ada

Contohnya :

لاَوَصِيَّةَ لِوَارِثٍ

 “Tidak ada wasiat bagi ahli waris”

Hadits ini menghilangkan pengertian hukum ayat al quran surat Al-Baqarah ayat 180

كُتِبَ عَلَيْكُمْ اِذَاحَضَرَ اَحَدَ كُمْ المَوْتُ اِنْ تَرَكَ خَيْرَالوَصِيَّةُ لِلْوَالِدَ يْنِ وَاْلأَ قْرَبِيْنَ بِالْمَعْرُوْفِ حَقًّا عَلَى المُتَّقِيْنَ

Diwajibkan atas kamu, apabila seseorang diantara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabat secara ma’ruf. (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertaqwa”

(QS.Al-Baqarah:180)

Wallahu alam bissawab.

* Kritikan dan saran sangat diharapkan untuk menghindari dari kekeliruan

Bacaan selenjutnya ” Hadits Mataan Arba’in”

Klik Konsultasi hukum dan keluarga

Klik Kirim artikel

Layanan sponsor

 

 

 

1 thought on “Hadits nabi tuntunan bagi umat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.