Makna Istiqomah

.

A. Pengertian istiqomah

Secara harfiyah “istiqomah” ( الإستقامة ) adalah kalimat isim masdar dalam bahasa arab, yaitu urutan dari kalimat fiil dari kata istaqama ( استقام ) yang berarti tegak, lurus, tidak bengkok.

Adapun secara terminologi, istiqomah ( الإستقامة ) adalah memiliki beberapa pengertian, yang sesungguhnya saling berhubungan, diantaranya adalah :

  1. Abu Bakar al-Shiddiq

سئل صديق الأمة وأعظمها اسقامة – أبو بكر الصديق رضي الله تعالى عنه – عن الإستقامة ؟
فقال “أن لا تشرك بالله شيئا

Suatu ketika seseorang bertanya kepada Abu Bakar As shiddiq, orang yang paling besar keistiqamahannya. Lalu beliau ( Abu Bakar ) menjawab, Istiqamah adalah bahwa engkau tidak menyekutukan Allah terhadap sesuatu apapun.”

2. Umar bin Khatab

الإستقامة : أن تستقيم على الأمر والنهي، ولا تروغ روغان الثعلب

“Sayyidina Umar ben Khatab, mengatakan : Istiqamah adalah, bahwa engkau senantiasa lurus (baca; konsisten) dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, serta tidak menyimpang seperti menyimpangnya rubah.”

3.  Usman bin Affan

استقاموا : أخلصوا العمل لله

Istiqomahlah kalian semua !, ya’ni ikhlaskanlah amal kalian hanya karena Allah Allah”

4. Ali bin Abi Thalib & Ibnu Abbas

استقاموا : أدوا الفرائض

Istiqamahlah kalian semua !, ya’ni laksanakan seluruh kewajiban kepada Allah”

5. Al-Hasan (Hasan al-Bashri)

استقاموا على أمر الله، فعملوا بطاعته، واجتنبوا معصيته

“Isttiqamahlah kalian semua pada perintah Aallah, yaitu berprilaku untuk menta’ati Allah serta menjauhi kemaksiatan”

B. Aspek istiqomah

Istiqomah pada jalan kebaikan, memiliki beberapa aspek pendekatannya, diantaranya :

1. Pendekatan pada aspek ketauhidan

عَنْ أَبِيْ عَمْرٍو، وَقِيْلَ أَبِيْ عَمْرَةَ، سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللهِ الثَّقَفِيْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ، قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ قُلْ لِيْ فِي اْلإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ، قَالَ قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ (رواه مسلم)

Dari Abu Amr atau Abu Amrah ra; Sufyan bin Abdullah Atsaqafi ra berkata, Aku berkata Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku dalam Islam satu perkataan yang aku tidak akan menanyakannya kepada seorangpun selain padamu. Rasulullah menjawab, “Katakanlah Saya beriman kemudian istiqomahlah.” (HR. Muslim)

2. Pendekatan Amaliyah

عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَاعْلَمُوا أَنْ لَنْ يُدْخِلَ أَحَدَكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ وَأَنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ (رواه البخاري)

“Dari Aisyah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Berbuat sesuatu yang tepat dan benarlah kalian (maksudnya ; istiqamahlah dalam amal dan berkatalah yang benar/ jujur) dan mendekatlah kalian (mendekati amalan istiqamah dalam amal dan jujur dalam berkata). Dan ketahuilah, bahwa siapapun diantara kalian tidak akan bisa masuk surga dengan amalnya. Dan amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang langgeng (terus menerus) meskipun sedikit.” (HR. Bukhari)

C. Katagori istiqomah

     Istiqomah dalam kebaikan terdapat beberapa katagori, diantaranya :

1.  Konsisten antara Keyakinan ( Iman ) dan prilaku  ( Amal perbuatan )

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan [saja] mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (  Q.S. Al Ankabut : ayat 2 )

وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ‌ۖ فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡكَـٰذِبِينَ

 “Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (  Q.S. Al Ankabut : ayat 3

2. Kontinuitas

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَـٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَـٰٓٮِٕڪَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِى كُنتُمۡ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. ( Q.S. Al Fussilat : 30 )

3.  Saling berkaitan antara kebaikan yang satu dengan kebaikan berikutnya

إن الحسنة تنادي أختها و تدعوها

Sesungguhnya satu kebaikan akan menyeru dan mengajak kebaikan yang lainnya” ( Kaidah Amaliyah )

…وَمَن يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَّزِدْ لَهُ فِيهَا حُسْنًا ۚ…

“...Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu…” (Q.S. Asy-Syura : 23)

هَلۡ جَزَآءُ ٱلۡإِحۡسَـٰنِ إِلَّا ٱلۡإِحۡسَـٰنُ

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan [pula]” ( Q.S. Arrahman : 60 )

…… bersambung ….. ( kiat – kiat menjaga istiqomah )

______________

Informasi dan konsultasi, by WhatsApp : +6282221897286

Publishing didukung oleh :

PT. Sakinah Mandiri “Tour And Travel” www.sakinahmandiri.com

PT. DMG : Pelatihan dan Konsultan www.dmgseven.com

Kantor Hukum Nasional Madani www.lawfirm.or.id

Lembaga Pendidikan dan Dakwah Bani rasyid













Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.