Pentingnya keikhlasan

.

Ikhas ….. ?

Ikhlas yang berasal dari bahasa arab itu merupakan sebuah istilah yang sangat acap kita dengar dari oarng – orang yang ada disekitar kita, bahkan juga dari dari sendiripun istilah ikhlas begitumudah untuk diucapkan.  Lal, apa yang sebenarnya pengertian dari ikhlas itu sendiri ?

Memahami pengertian ikhlas dengan sebenarnya sangat penting agar ikhlas tidak hanya uacapan belaka,akan tetapi memiliki fungsi dalam menjalankan kehidupan sehari -hari.

Ikhlas merupakan kosa kata bahasa arab bentuk kalimat masdar dari akhlasa, dari akar kata Khalasa, yang secara etimologi berarti jujur, tulus, kerelaan.

Ikhlas merupakan kata sifat yang berarti kejujuran, ketulusan /atau kerelaan, sedang orang yang ikhlas disebut dengan mukhlis bagi laki – laki dan mukhlisah bagi perempuan.
Ikhlas secara terminologi adalah seseorang yang bersikap, bertindak  dan berprilaku /atau melakukan sesuatu sesuai dengan aturan yang ditetapkan.  Adapun aturan yang dimaksudkan adalah ketepan Allah dan rasul-Nya.
Untuk dapat terpenuhinya bahwa suatu sikap, tindakan, prilaku /atau perbuatan itu dalam ruang lingkup keikhlasan, diantaranya :
  1. Sikap, tindakan, prilaku /atau perbuatan itu tidak bertentangan dengan ketentuan Allah dan rasul-Nya
  2. Sikap, tindakan, prilaku /atau perbuatan itu dilakukan dalam keadaan sadar dan bersahaja
  3. Sikap, tindakan, prilaku /atau perbuatan itu dilakukan dengan kerelaan tanpa ada keterpaksaan ataupun motifasi keakuan yang menghilangkan keinginan akan ridho Allah subhanahu wata’ala
Sedang penempatan kata – kata ikhlas diluar ruang lingkup keridhoan Allah subhanahu wataala,merupakan suatu pengertian yang tidak lengkap, nahkan mungkin juga dapat dikatagorikan sebagai istilah yang keliru, jika dipandang dari sumber kata – kata ikhlas itu sendiri.
Sebagai dasar terminologimkeihlasan, terdapat beberapa pandangan para ulama, diantaranya, adalah sebagai berikut :
  • Pengertian Ikhlas Menurut Muhammad Abduh : “Ikhlas adalah ikhlas beragama untuk Allah SWT. dengan selalu manghadap kepada-Nya, dan tidak mengakui kesamaan-Nya dengan makhluk apapun dan bukan dengan tujuan khusus seperti menghindarkan diri dari malapetaka atau untuk mendapatkan keuntungan serta tidak mengangkat selain dari-Nya sebagai pelindung.”
  • Pengertian Ikhlas Menurut Muhammad al-Ghazali : “Ikhlas adalah melakukan amal kebajikan semata-mata karena Allah SWT”. 
  • Pengertian Ikhlas Menurut Imam Al-Qusyairi dalam kitab Risalatul Qusyairiyahnya (1990: 183) : “Ikhlas berarti bermaksut menjadikan Allah SWT, sebagai satusatunya sesembahan”.
  • Pengertian Ikhlas Menurut Hamka,  dalam bukunya Tasawuf Modern (1983: 95), : “Ikhlas adalah ikhlas artinya bersih, tidak ada campuran, ibarat emas; emas tulen, tidak ada campuran perak berapa persenpun. Pekerjaan yang bersih terhadap sesuatu itu dinamakan ikhlas.”
  • Pengertian Ikhlas Menurut Syekh Ibn Atha’illah Syekh ibn Atha’illah (2012: 14) : “Ikhlas adalah melakukan amal semata ditujukan kepada Allah sebagai zat yang meiliki sang hamba, dan memang dalam hal ini dikenal dengan (terdapat) berbagai tingkatan, sesuai dengan taufiq yang diberikan Allah ta’ala kepada seorang hamba.”
  • Pengertian Ikhlas Menurut Ali Mahmud (1994: 25) : “Ikhlas adalah meninggalkan amal karena manusia adalah “riya‟, beramal karena manusia adalah syirik, apabila Allah menyelamatkan kamu dari keduanya ialah ikhlas”.

Alquranulkarim, surat Albainah, menjelaskan arah dari suatu kehidupan manusia di alam dunia ini dalam suatu istilah keihklasan, yaitu :

وَمَآ أُمِرُوٓاْ إِلَّا لِيَعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ

Artinya : Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam [menjalankan] agama dengan lurus ( Al Bainah : Ayat 5 )

Dikarenakan keihlasan merupakan manifestasi dari keimanan yang menjiwai secara mendalam ketika seseorang bersikap,bertindak,berprilaku /atau melakukan sesuatu yang diawali dengan niat, maka nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam menegaskan dalam hadits beliau, yaitu :

عَنْ أَمِيرِ المُؤْمِنِيْنَ أَبِي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: «إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإنَّمَا لِكُلِّ امْرِىءٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوُلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ»

رَوَاهُ إِمَامَا المُحَدِّثِيْنَ أَبُوْ عَبْدِ اللهِ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْمَاعِيْلَ بْنِ إِبْرَاهِيْمَ بْنِ المُغِيْرَةِ بْنِ بَرْدِزْبَهَ البُخَارِيُّ، وَأَبُوْ الْحُسَيْنِ مُسْلِمُ بْنُ الْحَجَّاجِ بْنِ مُسْلِمٍ الْقُشَيْرِيُّ النَّيْسَابُوْرِيُّ، فِي صَحِيْحَيْهِمَا اللَّذَيْنِ هُمَا أَصَحُّ الكُتُبِ المُصَنَّفَةِ.

Artinya : Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘Anhu berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan niatnya. Maka, barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia yang ingin diraih atau wanita yang ingin dinikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia berhijrah kepadanya.” (HR. Al-Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)

Dari uraian singkat di atas, maka kata – kata ikhlas, seyogyanya ditempatkan pada sikap,tindakan, prilaku /atau perbuatan yang memiliki katagori :

  • Ikhlas ditempatkan pada sikap, tindakan,prilaku /atau perbuatan yang dilakukan bersasarkan iman kepada Allah subhanahu wataala
  • Ikhlas ditempatkan pada sikap, tindakan,prilaku /atau perbuatan yang dilakukan untuk kebaikan yang berdasarkan petunjuk Allah dan Rasul-Nya
  • Ikhlas ditempatkan pada sikap, tindakan,prilaku /atau perbuatan yang dilakukan pada suatu perbuatan yang tidak berafiliasi pada keburukan /ataupun kejahatan.

Orang -orang yang mengerti tentang pengertian ikhlas yang sebenarnya, maka akan menghindarkan  diri dari penggunaan kata -kata ikhlas pada prilaku buruk, mendzolimi, berbohong, fitnah, ghibah, mencela, adu domba, zina, perjudian dan kemungkuran -kemungkaran lainnya yang bertentangan dengan hukum Allah dan rasul-Nya. Wallahu alam bissawab.

Publikasi artikel ini, atas dukungan ” Lembaga Donatur ” ▶Klik lihat

SUARA PEMBACA

 

[contact-form-7 404 "Not Found"]

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.