Bahaya Sifat tempramental dan solusinya

.

Temperamental adalah suatu kebiasaan atau sikap seseorang yang memiliki kecenderungan watak keras, mudah emosi, mudah marah, dan tidak melihat situasi yang ada, seringnya orang tersebut sangat sensitif.

Ciri – ciri pribadi yang memiliki sifat tempramental, diantaranya :

1.  Sensitif

Seseorang yang memiliki sifat tempramental sangat mudah tersinggung, apabila suatu keadaan yang terjadi dilingkungannya tidak sesuai dengan alam perasaannya. Orang yang memiliki sikap temperamental sulit mengkonfirmasikan suatu kedaan yang terjadi kedalam akal sehatnya. Lebih dari itu orang yang memiliki sifat tempramental cendrung menilai sesuatu secara subjektif dan spontan yang dipengaruhi oleh emosional yang dominan.

Adapun penilaian positif atau negatifnya ( baik atau buruk ) sulit dibedakan berdasarkan ilmu pengetahuan, analisa akal sehat, norma – norma yang berlaku, sehingga dalam menilai sesuatu cendrung atas dasar sifat egoistiknya semata, yakni suka atau tidak suka ( like or dislike ), bukan benar atau tidak benar. 

Sifat sensitif yang dimilikinya terkadang membuat pribadi yang tempramental sangat mudah menyalahkan orang lain yang belum dapat dipastikan salahnya, bahkan seseorang yang tempramental merasa sangat tidak nyaman bila kehadiran orang lain dapat membantahkan keinginannya, terlebih lagi jika kehadiran orang lain itu dianggap dapat merendahkan dirinya sekalipun sebenarnya memang kenyataannya bahwa dirinya lebih rendah dari orang lain pada sisi tertentu. Seseorang yang memiliki sifat tempramental tidak mudah menerima kelebihan orang lain. Dengan demikian ia akan melakukan dengan segala cara untuk menyingkirkan orang – orang yang tidak disenanginya walaupun dengan cara – cara yang bertentangan dengan norma – norma hukum yang berlaku.

2. Kepribadian ganda

Seseorang yang memiliki sifat tempramental sering berubah – berubah dalam bersikap. Hal tersebut dikarenakan ketidak mampuannya mengendalikan emosinya yang tinggi. Terkadang terlihat bersikap bersahabat, akan tetapi dalam waktu bersamaan terlihat egois, sehingga kadang kala seketika berubah menjadi sangat keras dan kontra sosial. Berubah – ubah pada sikapnya tersebut terjadi secara alami kerena dipengaruhi oleh tegangan emosional yang tidak dapat dikendalikan.

Seseorang yang memiliki sifat tempramental tidak jarang bahwa dalam mewujudkan keinginannya akan berprilaku penuh kepura – puraan, memunculkan suasana ketidak pastian bahkan akan menggangu oarng – orang yang menjalankan kebenaran sesuai norma – norma yang berlaku. Keanehan lainnya pada seseorang yang memiliki sifat tempramental adalah ketika berbuat suatu kesalahan, namun membiarkan dirinya terus berada dalam kesalahan tersebut yang disebabkan gengsinya, sekalipun menyadari bahwa yang dilakukannya tersebut adalah salah. Lalu untuk menutupi kesalahan dirinya itu, maka berusaha menyalahkan orang lain.

Ketidak beraniannya mengakui kesalahan diri sendiri, lalu malah justru menyalahkan orang lain meskipun atas keasalahnnya sendiri, maka seseorang yang bersikap demikian dapat digolongkan sebagai pribadi yang memiliki sifat tempramental kronis yang sangat berbahaya.

3. Cemburu Buta

Dalam hubungan pasangan hidup, dimana seseorang yang memiliki sifat tempramental adalah sering muncul sikap kecemburuan yang berlebihan terhadap pasangannya walaupun tidak memiliki bukti yang kuat. Lalu semakin kecemburuannya meningkat tajam, maka akal sehatnya semakin tidak dapat digunakan untuk mencari kebenran yang sesungguhnya. Hal tersebut disebabkan tidak mampu mengendalikan gejolak emosinya meluap – luap.

Akibat yang ditimbulkan dari luapan emosi yang sangat deras, sehingga penjelasan apapun yang disampaikan oleh pihak pasangannya itu akan sulit diterima. Seseorang yang memiliki sifat tempramental ketika muncul cemburu, maka selain tidak mau menerima penjelasan dari pasangannya, bahkan terkadang juga tidak ada kemauan untuk menelusi bukti – bukti yang menjadi dasar atas kecemburuannya itu. Dengan demikian, maka cemburu butanya terus berlanjut menjadi protektor yang berlebihan terhadap pasangannya.

4. Tidak Realistis

Seseorang yang memiliki sifat temperamental disuatu waktu tertentu ia mungkin berupaya agar tampil sempurna dihadapan orang lain untuk kepentingan perasaannya yang tidak mau dipandang rendah. Namun diwaktu yang bersamaan ia melakukan hal – hal yang tidak wajar, semisal menghina, merendahkan orang lain. Prilakunya yang demikian dikarenakan penampilannya yang dibuat – buat seakan – akan paling sempuran, sebenarnya ia menyadari bahwa penampilannya tersebut tidak sesuai dengan yang dirinya yang sesungguhnya.  Sehingga terjadi kegelisahan dalam dirinya merasa tidak nyaman dan  kekhawatir, bahwa walau sudah berusaha menampilkan yang sempurna namun akan tetap tidak mampu memenagkan keinginannya. Itulah yang menyebabkan ia akan sangat sibuk untuk merendahkan orang lain, menghina, mencela, memfitnah bahkan bisa melakukan hal – hal yang diluar nalar akan sehat manusia.

Sosilusi menhindarkan diri dari sifat temperamental, diantaranya melalui beberapa usaha berikut, yaitu :

1. Meyadari bahwa seseorang tidak perlu sempurna dalam menjalankan hidup ini, baik diri sendiri maupun orang lain adalah dapat menghindarkan diri seseorang dari sifat tempramental. Setiap orang memiliki kelebihan dan juga kelemahan, sehingga dengan kesadaran tersebut, maka sifat komperatif akan muncul ketika berhadapan dengan orang lain tentu setiap orang berbeda – beda dalam bersikap dan berkeinginan.

Dimana kesempurnaan itu adalah milik Allah semata. Adapun yang terpenting setiap orang merusaha menjalankan yang terbaik sesuai norma – norma dan etika sosial yang berlaku. Bahwa setiap orang menginginkan yang terbaik, maka itu adalah pasti, namun perlu diketahui bahwa setiap manusia memiliki keterbatasannya masing – masing, sehingga manusia hanya dapat berusaha namun yang menentukan suatu pencapaiannya itu adalah hak prerogatif Allah semata,

” Al Insanu mudabbir, Wallahu muqaddir.”

( manusia hanya dapat berusaha adapun yang menentukan Adalah Allah subhanahu wata’ala)

Ketika seseorang menginginkan terhormat, memiliki derajat yang tinggi, jabatan dan kekuasaan, maka tidak tepat jika untuk mewujudkan keinginannya tersebut lalu merendahkan orang lain, apalagi melakukan fitnah, mencela dan merugikan orang lain. Adapun untuk mencapai suatu keinginan yang baik adalah yang perlu dilakukan berikhtiar secara wajar, dan meningkatkan kualitas diri serta istiqomah dalam keta’atannya kepada aturan – aturan agama, norma – norma hukum yang berlaku serta berakhlakul karimah

2. Seseorang untuk menghindarkan diri dari sifat tempramental adalah diperlukan berusaha secara sungguh – sungguh untuk mengendalikan emosi dan sifat pemarah. Dimana kemampuan mengendalikan gejolak emosi dan amarah merupakan kunci utama untuk meraih kedamaian dalam situasi apapun juga. Lebih dari itu dimana menahan amarah adalah merupakan sunnah nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasalam

ﻻ تغضب ولك الجنة 

( Jangan marah, bagimu surga ) . (HR Thabrani)

Kemudian usaha untuk selalu mengontrol emosional merupakan salah satu dari ciri pribadi yang bertaqwa

وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٍ۬ مِّن رَّبِّڪُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَـٰوَٲتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ * ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلۡڪَـٰظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ وَٱلۡعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ‌ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ

Artinya : Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

 [yaitu] orang-orang yang menafkahkan [hartanya], baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan [kesalahan] orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

3. Perlu ada suatu kesadaran, bahwa menjalankan kehidupan ini tidaklah mengkin dapat dilakukan oleh seorang diri saja, namun membutuhkan orang lainnya. Apabila seseorang menyadari bahwa ia membutuhkan orang lain, maka muncul sikap saling menghargai sesama dalam berbagai aspek kehidupannya.

Adapun atas suatu perbedaan sikap dan pendapat adalah dapat didiskusikan dengan cara yang baik untuk mendapatkan kebenaran yang sesunggunya. Yang terpenting terbangun suatu kebersamaan dan saling memahami di tengah – tengah perbedaan suku, bangsa, warna kulit, berbeda bahasa dan karakteristiknya.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ­ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya : Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangs­a dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.­ Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Qs.al-hujuraat­:13)

4. Tidak mudah merendahkan orang lain hanya karena ketidak sukaan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.” (QS. Al Hujurat: 11)

5. Selalu bersikap rendah hati dalam situasi apapun juga.

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

Artinya : “Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih adalah orang-orang yang berjalan di atas muka bumi dengan rendah hati dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (QS. Al Furqaan: 63)

6. Selalu berdoa kepada Allah Yang Maha Perkasa

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذَنْبِىْ وَاذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِىْ وَاَجِرْنِىْ مِنَ الشَّيْطَانِ

Allohummaghfir lii dzambii wadzhib ghoidzho qolbii wa ajirnii minasy syaithooni

Artinya :“Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kemarahan hatiku dan selamatkanlah aku dari kejahatan syaitan”

Wallahu a’lam bissawab

Publikasi artikel ini, atas dukungan ” Lembaga Donatur ” ▶Klik lihat

SUARA PEMBACA
[contact-form-7 404 "Not Found"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.