Perilaku untuk meraih multi kebahagiaan

.

Berperilaku sesuai dengan ajaran islam atas dasar iman kepada Allah subhanahu wataala dapat meraih multi sukses dalam kehidupan.

Allah subhanahu wata’ala dalam Al quranul karim surat An Nahl, ayat 9 7, berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya : Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Yang dimaksud dengan amal saleh adalah  amal perbuatan yang berorientasi untuk membantu hajat hidup manusia yang sesuai dengan Quranul karim dan Sunnah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
 
Adapun amal sholeh dapat dapat dilakukan secara sendiri – sendiri dan juga dapat dilakukan secara bersama – sama. Sedangkan penilaian terhadap amal perbuatan yang baik tersebut dihadapan Allah Azza wajalla adalah tergantung pada niatnya /atau motifnya masing – masing.
 

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِـنْ يَنْظُرُ إِلَى قُــــلُوبِكُمْ وَأَعْمَــالِكُمْ

Artinya : “Sungguh Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, melainkan melihat hati dan amal kalian.” [HR Muslim]
 
Amal sholeh dapat dilakukan dengan banyak cara, yaitu :
1. Dalam menjalankan tugas atau bekerja, maka amal sholeh adalah dengan cara melaksanakan tugas dan kewajibannya tersebut sesuai kesepakatan dan ketentuan – ketentuan yang berlaku
2. Membantu terhadap sesama manusia baik secara moril maupun materil
3. Menjaga kelestarian alam semesta agar memberikan manfaat buat umat manusia
4. Menjaga keamanan, ketertiban, keadilan dan kesejahteraan bagi umat manusia
5. Membuat peraturan /regulasi yang berorientasi pada terlaksananya kebaikan – kebaikan bagi masyarakat luas
 
Adapun suatu amal perbuatan yang dapat dikatagorikan sebagai amal sholeh apabila memiliki standar, diantaranya :
1. Pelakunya adalah insan beriman, yakni mengimani 6 rukun iman
2. Memiliki niat yang ikhlas
3. Amal perbuatan yang dilakukan sesuai dengan Al quran dan sunnah rasul-Nya
4. Tidak diiringi dengan sifat ria dan takabbur
 
Apabila amal sholeh sebagaimana yang dimaksud dalam ayat Allah di atas telah dapat dipraktekan dalam kehidupan seseorang, maka Allah menjanjikan akan menganugerahkan kehidupan yang baik bagi hamba – hamba-Nya tersebut.
 
Kehidupan yang thaiyyibah adalah kehidupan yang mengandung makna kebahagiaan dalam semua segi kehidupan seseoran. Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan sejumlah ulama, bahwa mereka menafsirkannya kehidupan yang thayyibah dengan pengertian rezeki yang halal lagi baik.
 
Dari Ali ibnu Abu Talib, Ibnu Abbas, Ikrimah dan Wahab Inu Munabbih, meraka menafsirkan bahwa kehidupan yang thayyibah adalah dengan pengertian al-qana’ah (puas dengan apa yang diberikan kepadanya).  Sedang Al-Hasan, Mujahid, dan Qatadah mengatakan.-Tiada suatu kehidupan pun yang dapat menyenangkan seseorang kecuali kehidupan di dalam surga yang dijanjikan Allah subhanahu wataala.
 
Atas dasar pendapat para Sholifus Sholih di atas, tentu kehidupan yang thayyibah yang Allah janjikan adalah berupa kenyamanan, ketentraman hati serta kebahagian seseorang dalam menerima anugerah Allah Azza wajalla kepadanya baik berupa waktu, kesehatan, keluarga maupun rizki yang halal dan barokah.
 
Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad disebutkan bahwa:
 
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ، حَدَّثَنِي شُرَحْبِيلُ بْنُ شَرِيكٍ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الحُبُلي، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمرو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ ورُزق كَفَافًا، وقَنَّعه اللَّهُ بِمَا آتَاهُ”.
 
Artinya : Dari Abdullah ibnu Umar. bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Sesungguhnya beruntunglah orang yang telah masuk Islam dan diberi rezeki secukupnya serta Allah menganugerahkan kepadanya sifat qana’ah terhadap apa yang diberikan kepadanya.
 
Imam Muslim meriwayatkannya melalui hadis Abdullah ibnu Yazid Al-Muqri dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi dan Imam Nasai telah meriwayatkan melalui hadis Ummu Hani’, dari Abu Ali Al-Juhani, dari Fudalah ibnu Ubaid yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda:
 
“قَدْ أَفْلَحَ مَنْ هُدي إِلَى الْإِسْلَامِ، وَكَانَ عَيْشُهُ كَفَافًا، وَقَنِعَ به”.
 
Artinya : Sesungguhnya beruntunglah orang yang diberi petunjuk kepada Islam, sedangkan rezekinya secukupnya dan ia menerimanya dengan penuh rasa syukur.
 
Imam Turmuzi mengatakan, hadis ini berpredikat sahih.
 
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ، حَدَّثَنَا هَمَّام، عَنْ يَحْيَى، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إن اللَّهَ لَا يَظْلِمُ الْمُؤْمِنَ حَسَنَةً يُعْطَى بِهَا فِي الدُّنْيَا [وَيُثَابُ عَلَيْهَا فِي الْآخِرَةِ وَأَمَّا الْكَافِرُ فَيُعْطِيهِ حَسَنَاتِهِ فِي الدُّنْيَا] حَتَّى إِذَا أَفْضَى إِلَى الْآخِرَةِ، لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَةً يُعْطَى بِهَا خَيْرًا”
 
Artinya : Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hammam, dari Yahya, dari Qatadah, dari Anas ibnu Malik yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Sesungguhnya Allah tidak akan menganiaya orang mukmin dalam suatu kebaikan pun yang Dia berikan kepadanya di dunia dan Dia berikan pahalanya di akhirat. Adapun orang kafir, maka ia diberi balasan di dunia karena kebaikan-kebaikannya, hingga manakala ia sampai di akhirat, tiada suatu kebaikan pun yang tersisa baginya yang dapat diberikan kepadanya sebagai balasan kebaikan.
 
قُلِ ٱللَّهُمَّ مَـٰلِكَ ٱلۡمُلۡكِ تُؤۡتِى ٱلۡمُلۡكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلۡمُلۡكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ‌ۖ بِيَدِكَ ٱلۡخَيۡرُ‌ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدِيرٌ۬

Artinya : Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

تُولِجُ ٱلَّيۡلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَتُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيۡلِ‌ۖ وَتُخۡرِجُ ٱلۡحَىَّ مِنَ ٱلۡمَيِّتِ وَتُخۡرِجُ ٱلۡمَيِّتَ مِنَ ٱلۡحَىِّ‌ۖ وَتَرۡزُقُ مَن تَشَآءُ بِغَيۡرِ حِسَابٍ۬

Artinya : Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup [1]. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab [batas].”

Penulis : Ustaz. H. Marzuki Abdurrasyid

Publikasi artikel ini, atas dukungan ” Lembaga Donatur ” ▶Klik lihat

SUARA PEMBACA
[contact-form-7 404 "Not Found"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.